Selasa, 21 Oktober 2014

BBM Harus Naik Mengikuti Harga Pasar, Sekarang!



BBM Harus Naik Mengikuti Harga Pasar, Sekarang!

Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bbm bersubsidi harus didukung alasannya:

(hitung-hitungan ini tidak persis tetapi mendekati)
-          Konsumsi minyak Indonesia/hari  = 1,25 juta Barel/Hari
-          Produksi minyak Indonesia/hari = 608 ribu Barel/Hari
-          Perbedaan = 642.000 Barel/Hari (kita harus impor minyak sebesar ini setiap harinya)
             itu sama dengan 102.078.000 liter (1 barel = 159 liter)
-          Bensin subsidi 1 liter di Indonesia = Rp. 4.500
-          Harga tanpa subsidi = Rp 9.500
-          Perbedaan harga = Rp 4.000
(Berarti setiap liter bensin yang kamu pakai setiap hari dibiayai oleh APBN sebanyak Rp 4.000)

Ringkasnya di APBN tahun 2015 anggaran subsidi BBM mencapai Rp 291 Triliun/Tahun

Efeknya,
*   Karena harga murah rakyat jadi boros mempergunakan energi. Penggede-penggede membeli mobil bahkan hanya untuk mobilisasi jongosnya. Sehingga yang lebih banyak mempergunakan subsidi adalah para penggede. Listrik diboros-boroskan, televisi ga ada yang nonton tetapi dari malam sampai pagi hidup terus karena sepele dengan harga yang murah. (Di Indonesia tenaga listrik itu banyak dari diesel  yang notabene digerakkan oleh minyak).
*  Penyelundupan BBM. Adanya disparitas harga yang sangat jauh menjadikan terjadinya penyelundupan BBM ke luar negeri, atau penimbunan BBM subsidi untuk dijual ke Industri yang tanpa subsidi.
*     Karena besarnya subsidi BBM, sehingga sektor yang lain menjadi terkendala.

Pertanyaannya
·         Apakah lebih baik uang itu kita bakar? atau
·         Uang itu kita pergunakan menjadi modal?
                Jika kita pergunakan uang itu menjadi modal, akan bisa membangun infrastruktur sangat banyak. Satu contoh  sederhana  “perbaikan jalan”. Dengan jalan yang rusak akan menghabiskan BBM banyak. Dengan jalan baik akan mengirit BBM dan mengirit waktu. Jika BBM dinaikkan sesuai harga pasar, maka macet akan berkurang di kota-kota besar, karena keluarga-keluarga mapan akan berpikir ulang untuk menambah koleksi mobilnya.
                Memang akan ada efek negatif yang mengikuti seperti inflasi yang tinggi, tetapi itu akan seperti pil pahit, awalnya akan pahit dan menyengsarakan tetapi akan menjadi obat untuk kesembuhan.

Solusinya
-          Naikkan harga minyak sesuai pasar.
-          Berikan bantuan tunai kepada rakyat yang berpenghasilan 2 jt rupiah sebesar Rp 500.000/KK untuk 1 tahun dan tahun berikutnya ditinjau kembali sesuai keadaan.
-          Awasi dengan melekat segala pengeluaran negara terlebih yang diperuntukkan untuk BBM.

                Bagi mahasiswa/i bila dalam waktu dekat ini ada kenaikan BBM , anda harus berpikiran jernih, logis dan realistis. Jangan mau dipengaruhi media karena ada kepentingan politik dibalik semuanya itu. Jangan sampai tindakan anda ditunggangi kepentingan politis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar