BBM Harus
Naik Mengikuti Harga Pasar, Sekarang!
Rencana pemerintah yang akan
menaikkan harga bbm bersubsidi harus didukung alasannya:
(hitung-hitungan ini tidak
persis tetapi mendekati)
-
Konsumsi minyak Indonesia/hari = 1,25 juta
Barel/Hari
-
Produksi minyak
Indonesia/hari = 608 ribu Barel/Hari
-
Perbedaan = 642.000 Barel/Hari (kita harus impor
minyak sebesar ini setiap harinya)
itu sama dengan 102.078.000 liter (1 barel = 159 liter)
-
Bensin subsidi 1 liter di Indonesia = Rp. 4.500
-
Harga tanpa subsidi = Rp 9.500
-
Perbedaan harga = Rp 4.000
(Berarti setiap liter bensin
yang kamu pakai setiap hari dibiayai oleh APBN sebanyak Rp 4.000)
Ringkasnya di APBN tahun 2015
anggaran subsidi BBM mencapai Rp 291
Triliun/Tahun
Efeknya,
Pertanyaannya
·
Apakah lebih baik uang itu kita bakar? atau
·
Uang itu kita pergunakan menjadi modal?
Jika kita pergunakan uang itu menjadi modal, akan
bisa membangun infrastruktur sangat banyak. Satu contoh sederhana
“perbaikan jalan”. Dengan jalan yang rusak akan menghabiskan BBM banyak.
Dengan jalan baik akan mengirit BBM dan mengirit waktu. Jika BBM dinaikkan
sesuai harga pasar, maka macet akan berkurang di kota-kota besar, karena
keluarga-keluarga mapan akan berpikir ulang untuk menambah koleksi mobilnya.
Memang akan ada efek negatif yang mengikuti seperti
inflasi yang tinggi, tetapi itu akan seperti pil pahit, awalnya akan pahit dan
menyengsarakan tetapi akan menjadi obat untuk kesembuhan.
Solusinya
-
Naikkan harga minyak sesuai pasar.
-
Berikan bantuan tunai kepada rakyat yang
berpenghasilan 2 jt rupiah sebesar Rp 500.000/KK untuk 1 tahun dan tahun
berikutnya ditinjau kembali sesuai keadaan.
-
Awasi dengan melekat segala pengeluaran negara
terlebih yang diperuntukkan untuk BBM.
Bagi
mahasiswa/i bila dalam waktu dekat ini ada kenaikan BBM , anda harus berpikiran
jernih, logis dan realistis. Jangan mau dipengaruhi media karena ada
kepentingan politik dibalik semuanya itu. Jangan sampai tindakan anda
ditunggangi kepentingan politis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar